Senin, 27 Juni 2022

Kenangan Masa Kecil

Tiba-tiba teringat masa kecil
Tiba-tiba terngiang suara kuntilanak mengikik
Ya, aku pernah mendengar suara kuntilanak dengan jelas

Sumur tetanggaku tepat disamping kamar tidurku, ada pohon mangga disampingnya
Pemilik rumah sedang hamil
Entahlah kuntilanak itu datang untuk apa ?

Apakah aku takut ? Tidak
Aku justru berdiri ingin melihat dari celah loster tembok dan pikiran kecilku pernah mendengar jika seseorang bisa mengambil rambut kuntilanak lalu menyimpannya dibawah bantal maka orang itu bisa menjadi kaya dan aku ingin menarik rambutnya tapi sayangnya lubang loster tembok sangat kecil dan diluar gelap gulita (belum ada listrik di desaku) dan aku tidak bisa melihat kuntilanak itu hanya mendengar suaranya.

Rumah jaman dulu rata-rata luas dan besar dan biasanya ada 2 rumah dalam 1 keliling tembok yaitu rumah besar dan rumah kecil dan di belakang rumah besar dan rumah kecil adalah ruangan terbuka, ada sumur dan tempat untuk menjemur pakaian lalu dibelakang ruangan terbuka ada ruangan yang hanya ditutup atasnya, ada kamar mandi dan dapur.

Kamar tidurku memiliki 2 pintu yaitu pintu untuk keruang tengah dan pintu samping yang jika dibuka maka akan langsung melihat langit dan pintu samping itu hampir tidak pernah dibuka karena tertutup ranjang tidur.
Ada umpag (tembok untuk naik-turun) didepan pintu samping.

Ada apakah didepan pintu samping setiap malam sekitar jam 11 ?
Ada suara orang lelaki duduk
(Dia mengeluarka suara seperti orang yg lelah dan ingin istirahat) menurut orang yang bisa melihat, dia seorang bapak dengan anaknya.
Takutlah kami kakak beradik ?
(Kami kakak-beradik 4 orang tapi kakak yang pertama telah menikah di usia 17 tahun
Jadi saat itu usia kakak kedua 15 tahun, kakak ketiga 12 tahun dan usiaku 7 tahun, mama tidur dikamar tengah).
Tidak, kami tidak takut karena sudah biasa mendengar suara itu, 

Entahlah, mengapa tiba-tiba aku mengingat kenangan masa kecil
Mungkin karena kami kakak beradik yang dulu kecil, tidur bersama sekarang sudah menua, kakak-kakakku dengan keluhan-keluhan rasa sakitnya, mengharukan tetapi kadang lucu.

kakak ketiga memiliki 2 teman yang sama-sama dalam kondisi sakit jika mereka berkomunikasi melalui WA bisa berjam-jam.
Si sakit dan si sakit bertemu, sama-sama untuk sejenak melupakan kondisi fisiknya.

Tuhan, aku si bungsu, ijinkanlah memohon kepada Mu
Panjangkanlah umur kami kakak-beradik, kami belum lelah, kami masih saling membutuhkan, kami masih harus melakukan banyak hal dalam hidup kami, kami belum selesai dengan tugas kami sebagai orang tua.

Kabulkanlah doa kami ya Tuhan 

Senin, 23 Mei 2022

Catatan Kecil

Catatan Kecil

Bagaimana jika mimpimu  tidak menjadi kenyataan ?

Saat masih remaja, 
Kakak ketigaku  senang sekali menggunting dan mengumpulkan kertas dengan gambar-gambar desain rumah
Sekalipun sekolahnya hanya sampai kelas 1 SMP tapi dia memiliki mimpi yang besar,
Mimpinya adalah memiliki sebuah  rumah yang pada saat dia membuka pintu belakang maka terhamparlah kolam renang dan taman yang indah.

Terwujud kah mimpinya ?
Belum
Sampai saat ini mimpinya belum terwujud.

Ada 1 penghiburan untuk orang-orang yang mimpinya belum terwujud yaitu merenungkan cerita motivasi tentang kisah 3 pohon

Ada 3 pohon besar yang masing-masing memiliki mimpi

Pohon pertama bercita-cita ;
Jika suatu hari dia ditebang, dia ingin orang menjadikan dia sebuah peti harta karun yang sangat indah sehingga saat orang-orang menemukannya semua orang akan  terkagum-kagum memujinya.

Pohon kedua bercita-cita ;
Jika suatu hari dia ditebang, dia ingin orang menjadikan dia sebuah kapal pesiar yang sangat megah dan pembesar-pembesar Negeri ini akan naik keatas kapal dengan perasaan terkagum-kagum dan bangga 

Pohon ketiga bercita-cita ;
Jika suatu hari dia ditebang, dia ingin orang menjadikan dia sebuah tugu monumen yang tinggi yang dipasang di tengah kota dan  orang-orang yang melewatinya akan berhenti dan menengadahkan wajahnya keatas untuk melihatnya dengan perasaan takjub .

Tibalah saatnya ketiga pohon itu ditebang 

Pohon pertama ternyata kayunya hanya dibuat  menjadi tempat makan ternak dan diletakan disebuah kandang domba yang bau dan pengap

Pohon kedua hanya dijadikan perahu nelayan yang sangat sederhana dan diletakan ditepi danau bukan berlayar Di lautan luas.

Pohon ketiga hanya dipotong-potong lalu ditumpuk dan digeletakan
Dipinggir jalan tidak dijadikan apapun .

Waktupun berlalu, 

Kayu tempat makan ternak sudah kotor dan keropos.
Perahu nelayan sudah mulai  rusak banyak tambalan karena bocor.
Kayu yang diletakkan dipinggir jalan sudah berlumut
Dan . . . . . . . .
Merekapun melupakan mimpinya.

Sampai pada suatu hari
Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi memecah keheningan malam lalu datang orang-orang dan mereka bersujud 
" Hai ! Mengapa kau bersujud didepanku, aku hanya sebuah palungan yang sudah lapuk "

Lalu Aku mendengar suara-suara mereka berbicara 

" Hah ! Apa ! Ternyata yang ada didalamku ini adalah bayi Raja diatas segala Raja, dan itu berarti aku lebih dikagumi daripada jika aku menjadi sebuah peti harta karun yang aku impikan itu, 
jadi ??? Mimpiku kini telah terwujud dan aku mendapatkan lebih dari yang aku impikan, lebih dari sebuah peti harta karun '. 


Dan berpuluh tahun kemudian saat perahu nelayan itu sudah sangat usang dan perahu itu tak pernah berharap apapun,
tiba-tiba pada suatu hari, terdengar suara seseorang duduk diatasnya dan berbicara kepada orang banyak

" Hai ! Ada apa ini ? Suara seseorang berkotbah, lalu orang-orang memanggilnya Guru ada pula yang memanggilnya Yesus, 
Yesus ??? Bukankah Yesus yang sedang dibicarakan banyak orang itu adalah anak Allah, juru selamat umat manusia, 
Sekarang dia ada diatasku, dalam perahuku ???

Jika demikian itu berarti, Mimpiku untuk menjadi sebuah kapal pesiar yang indah sekarang sudah terwujud dan ini lebih dari kapal pesiar karena yang naik perahuku bukan seorang Raja biasa tapi Raja diatas segala Raja.

Dan beberapa tahun kemudian onggokan kayu tua dipinggir jalan itu mendengar suara-suara keributan, orang-orang berteriak "Salibkan Dia ! Salibkan Dia !"
Lalu seseorang yang bertubuh Besar dan kuat menariknya lalu mengikatnya dengan kuat menjadi bentuk salib dan seseorang memanggulnya dengan terseok-seok, jatuh-bangun, jatuh, bangun lagi sampai kayu salib itu berada di atas bukit dan ditancapkan diatas bukit itu 

" Aku tidak mengerti, 
ada apa ini ??? Mengapa aku ditancapkan disini ? Ini bukit Golgota, bukit tengkorak, 
Aku tidak mau disini ! ".

Sampai pada  tengah hari saat cuaca tiba-tiba menjadi gelap
Lalu tubuh yang menggantung padaku menyerahkan nyawa Nya dan banyak orang menangisinya maka mengertilah aku,
Dia Yesus, Dialah Yesus !
Dan Sampai saat ini orang-orang mengenangku sebagai kayu Salib dan itu lebih berharga daripada jika aku menjadi Tugu yang terpasang ditengah kota.

Ya, itulah kisah  3 pohon yang menggambarkan bahwa kadang kenyataan hidup  tak sesuai dengan apa yang kita mimpikan tapi Tuhan mengubah cara apa yang tidak mungkin bagi manusia menjadi mungkin dengan cara Tuhan.

Apakah mimpiku ?

Saat aku kecil sampai remaja aku beribadah disebuah Gereja yang letaknya ada didalam sebuah gang kecil yang jalan masuknya terjal (hanya ada satu-satunya Gereja Di Desaku)
Setiap minggu hanya ada 1 kali ibadah dengan jemaat 3-8 orang yang semuanya wanita

Suatu hari, saat ibadah minggu yang kebetulan jemaat dewasa entah sedang pergi kemana dan hanya ada aku dan teman yang seumuran denganku.
Di Gereja kedatangan beberapa tamu, mereka adalah teman-teman gembalaku.
Lalu saat selesai Khotbah, gembalaku mengatakan bahwa mereka selama 3 hari ini hanya minum air dan tidak makan jadi jika jemaat memiliki sisa makanan, bawalah untuk kami.

(Untuk kebutuhan air pun gembalaku mengambilnya dari sumur umum yang ditimba, belum musim air mineral)

Selesai ibadah aku berunding dengan temanku (saat aku remaja belum musim dompet jadi biasanya membawa uang pas hanya untuk kolekte, uang kertas warna merah, seratus rupiah yang diselipkan di Alkitab)
Aku dan temanku memberanikan diri datang ke losmen penjual sate untuk menghutang 1 kodi sate kambing dan nasinya (dulu belum ada sate ayam karena belum ada ayam broiler).
Kami tidak kenal tapi ternyata penjual sate itu dengan mudahnya memberi kami hutangan sate dan nasi.

Sejak kecil sebagai jemaat GPDI aku tahu bahwa Hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah apalagi di pedalaman itu mereka sering tidak makan.
Karena itu mimpi masa kecilku adalah ;
Membantu pelayanan Hamba-hamba Tuhan yang ada di daerah yang kekurangan.
Mereka benar-benar suku Lewi yang harus ditopang oleh 11 suku yang lain.

Rutinitas hidup, perjuangan dan perjalanan hidupku membuat aku lupa pada mimpi masa kecilku

Selama puluhan tahun aku melupakan mimpiku, 

Sampai di satu titik
Seorang saudaraku yang memiliki suami seorang pendeta,
Tempat ibadahnya  di rumah kontrakan yang menurutku sangat tidak layak untuk tempat ibadah, mimbar pun berhadapan dengan kamar mandi yang pintunya sudah rusak

Suatu hari masuk seorang jemaat baru dan dia tergerak untuk membelikan tempat ibadah yang layak, dia menyerahkan uang 600 juta untuk membeli rumah, tanpa syarat dan hasil rapat memutuskan rumah atas nama Gembala.

Disitulah aku menangis 
Tiba-tiba aku mengingat mimpi masa kecilku,
Kapan aku bisa memberi ?
Di umurku yg 58 tahun ini aku baru sadar bahwa kemiskinan itu tidak hanya kugenggam sendiri tetapi kemiskinan juga berdampak pada orang lain karena menjadi miskin itu  berarti tidak bisa memberi.

Tuhan, Terimakasih telah mengingatkanku pada mimpi masa kecilku, 
Aku percaya Tuhan akan memberitahuku jalan-jalan yang harus kutempuh agar mimpiku terwujud
Sekalipun tubuhku  mulai menua, genggaman tanganpun sudah tak erat lagi karena rheumatik, seperti kayu-kayu yang telah lapuk itu.

Tapi aku percaya bahwa Tuhan memiliki cara yang ajaib untuk mewujudkan mimpiku.
Wujudkanlah mimpiku ya Tuhan
🙏🙏🙏

Saran ;
Kepada pembaca blog ini jika memiliki kerinduan untuk membantu pelayanan Di daerah-daerah yang berkekurangan bisa membantu melalui kitabisa.com progres pembangunan/penggunaan dana secara berkala akan dikirim melalui email. 

kitabisa.com adalah salah satu pemenang Kick Andy Heroes Award pada tahun 2022 .

Terimakasih






Jumat, 31 Desember 2021

Ester

Ester

Ester kecil berlari bahagia mendekati mamanya
Mama ! 
Ester dapat hadiah, tadi Ester bisa menjawab pertanyaan ibu Naomi (guru sekolah minggu)
Wah Ester hebat, puji mamanya
Sambil mengusap-usap rambutnya.

Ester kecil sangat rajin ke Sekolah Minggu, 
Karena banyak teman, bernyanyi, menari dan  guru sekolah minggunya baik baik semua bahkan Ester kecil bercita-cita ingin menjadi guru Sekolah Minggu jika telah besar nanti.

Ester kecil sekarang telah remaja, 
semakin aktif di Gereja, menjadi singer, usher, beres-beres ruangan apalagi jika ada kegiatan perayaan Ester sangat senang membantu mengerjakan apa yang bisa dia kerjakan, 
apa yang bisa dia lakukan untuk 
Melayani Tuhan.

Ester beranjak dewasa  telah memasuki usia pemudi telah lulus SMA tapi karena orang tuanya tidak memiliki biaya untuk kuliah dan masih harus membiayai adik-adiknya maka Ester memilih bekerja di Toko.

Hati Ester terpaut pada sosok pemuda pemain musik di Gereja
Merekapun menikah.

Hidup sederhana tapi Bahagia dan tulus melayani Tuhan membuat senyum Ester sumringah,
Ester tak pernah meminta banyak kepada Tuhan
Baginya hidup sehat dan anak-anak tumbuh sehat dan baik adalah sebuah anugerah Tuhan yang tak terhingga.

Cita-cita Ester untuk menjadi guru sekolah minggu tercapai,
Dengan membawa 2 anaknya yang berusia 5 tahun dan 8 tahun Ester mengantar anaknya ke Sekolah Minggu dan sekaligus mengajar.

Mengajar di Sekolah minggu tetap berlanjut sekalipun kedua anaknya sudah beranjak remaja, setia hadir di Ibadah kaum wanita dan hadir di Ibadah umum jika tidak ada tugas di Sekolah minggu

Begitulah kehidupan kerohanian Ester
Yang setia kepada Tuhan Sang pemberi kehidupan

Waktu pun berlalu
Ester tetap setia pergi ke Gereja
Di ibadah wanita dan ibadah umum
Tetap membuat kue-kue untuk menopang ekonomi keluarga 
(sejak memiliki anak, Ester tidak bekerja di Toko lagi)

Sampai kedua anaknya telah menikah dan memiliki cucu

Ester semakin menua, suaminya telah meninggal 
Tapi Ester adalah Ester, 
Yang imannya sekuat batu karang, yang wajahnya tak pernah mendongak keatas untuk iri pada wanginya tubuh jemaat lain dengan perhiasan emas dan berlian ditubuhnya.
Ester tetap setia hadir di Gereja
Dalam kesederhanaannya.

Sampai di satu kondisi Ester tidak bisa berjalan lagi, Ester tidak bisa pergi ke Gereja lagi
Beberapa orang dari Gereja datang menengoknya
Tapi itu hanya diawal-awal dia sakit.
Selanjutnya ? Tak ada lagi, tak ada seorangpun dari Gereja yang datang menengoknya, tak ada yang membawakannya roti dan anggur perjamuan Kudus.

Akhirnya Ester meninggal di usia 78 tahun 
Setelah 5 tahun di kursi roda, Setelah 5 tahun tidak bisa pergi ke Gereja lagi

Jenazah Ester di semayamkan disebuah  rumah duka di dindingnya terpasang spanduk ukuran besar dengan tulisan

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman

2 Timotius 4:7

Sebuah ungkapan penghiburan yang sangat indah

Ester telah memelihara iman dimasa tuanya dengan sebuah benda berbentuk kotak hitam bernama Radio
Radio yang tidak pernah jauh dari jangkauan tangan tuanya 

Karena di Gereja tempatnya beribadah dari sejak dia kecil hingga tua sudah berganti alih generasi pendeta dan pengurus  beberapa kali 
Tentu saja pendeta dan pengurus yang baru tidak mengenalnya lagi 
Tak pernah mengenal 
Ester kecil, 
Ester remaja, 
Ester pemudi, 
Ester dewasa muda, 
Ester kaum wanita.
Ada banyak Ester Ester yang lain yang terabaikan dimasa tuanya 

Ester tetap memelihara imannya dengan sebuah radio yang selalu dipeluknya,
Ester telah mengakhiri pertandingan  dan memenangkannya bersama dengan suara suara dalam radio karena sekalipun Ester telah pikun tapi alam bawah sadarnya mengerti bahwa itu adalah lagu-lagu  Rohani, Firman Tuhan yang membawanya 
pada keindahan hidup, 
pada totalitas kesetiaannya pada Tuhan, 
Pada keyakinannya akan kebaikan Tuhan

Ester pergi dengan suara-suara  dalam radio yang masih bergema di hatinya
Suara lagu-lagu Rohani dan Firman Tuhan yang menghantarkannya pergi ke Surga untuk bertemu Tuhan

Ya, Ester telah mengakhiri pertandingan dan menang.

Selamat Tahun Baru 
1 Januari 2022

Minggu, 08 Agustus 2021

Nyesek

Nyesek

3 hari yang lalu, 
tidurku nyenyak sekali, 
Dan kepuasan tidur yang benar-benar membuatku seperti muncul dari tempat terindah di bumi ini
tetapi ada yang menyesak di dada, 
Mimpi yang belum selesai.

Bermimpi teman lama datang dan kami akan pergi bersama akupun berganti baju tapi sudah beberapa baju yang kucoba masih terasa belum cocok, 
terlintas dipikiranku baju berbunga warna ungu muda tapi baju itu ada dikamar sebelah, temanku menunggu diruang tamu depan kamar, sementara sedang berpikir bahwa aku harus keluar dari kamar ini untuk kekamar sebelah, aku terbangun.

Tidur yg nyenyak dan mimpi yang indah tapi menyesak didada karena mimpi itu belum selesai.
Hanya mimpi tapi nyeseknya luar biasa karena gagal untuk pergi bersama.
Dan mimpi itu tak mungkin bisa disambung kembali.
Padahal sudah puluhan tahun tidak bertemu, merasa senang saat bertemu sekalipun hanya dalam mimpi tapi mimpi itu terputus, 

Wahai tidur ! 
Tidak bisa kah menunggu  1 menit lagi atau mungkin 30 detik saja sampai aku menemukan baju yang cocok lalu kami pergi bersama.
Mungkin aku akan menegurmu dan mengungkit sikapmu, bahwa cinta kamu aneh, cinta itu harusnya mempertahankan bukan melepaskan.
Melepaskanku agar aku  memiliki kehidupan yang lebih baik, begitu katamu.

Wahai tidur ! Tidak bisakah 1 menit lagi atau 30 detik lagi, memberi kesempatan kepada kami untuk saling berbicara .
Tapi tidur tak mau menunggu lagi, membuatku terbangun dan meninggalkan sesak didada.

Aku membayangkan Bagaimana rasanya jika suatu hari 
Kisah perumpamaan 10 gadis pembawa pelita yang akan menyongsong pengantin pria  itu benar-benar terjadi dalam hidupku 

Dan  aku termasuk dalam 5 orang gadis yang tidak membawa persediaan minyak dalam buli- buli,
Saat aku sedang pergi membeli minyak karena kehabisan minyak, datanglah mempelai pria itu memasuki ruang perjamuan,
kami berlari agar tidak terlambat tapi dari tempatku berlari aku melihat pintu ditutup

Aku dan keempat temanku berteriak, tunggu !!!
Tapi pintu telah ditutup, 
Aku dan 4 temanku menggedor-gedor pintu itu,  meraung, menyesal, menangis histeris, tapi pintu tetap tertutup.

Itulah nyesek yang abadi, nyesek yang kehilangan segalanya, nyesek yang tidak akan ada kesempatan kedua dan itu bukan mimpi tapi nyata, 
terlepaslah Sorgaku untuk selama-lamanya.
Nyesek yang tidak bisa lagi diubahkan oleh apapun karena aku telah membiarkan  Kasih Karunia itu berlalu.

Seharusnya tetap kujaga dan kusimpan Kasih Karunis Allah itu dalam buli-buli hatiku

Janganlah itu terjadi dalam hidup kita dan kepada siapapun jadi sebelum terlambat, 
sebelum mengalami nyesek yang abadi, 
siapkanlah selalu minyak dalam buli-buli hati kita, 
Agar pelita hati kita tetap menyala, tetap menjadi terang sampai mempelai pria datang.

Dan Kita tidak pernah tahu
Kapan Mempelai Pria itu akan datang jadi bersiap sedia lah selalu.

Salam Sejahtera

Sabtu, 15 Mei 2021

Selamat Jalan Birgaldo Sinaga sampai bertemu dalam keabadian

Mazmur 104:1-32 (TB)  

Kebesaran Tuhan dalam segala ciptaanNya

1 Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, 

2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, 

3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin, 

4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu, 

5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya. 

6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung. 

7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, 

8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kau tetapkan bagi mereka. 

9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi. 

10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, 

11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; 

12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. 

13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. 

14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 

15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. 

16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya, 

17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; 

18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk. 

19 Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, matahari yang tahu akan saat terbenamnya. 

20 Apabila Engkau mendatangkan gelap, maka hari pun malamlah; ketika itulah bergerak segala binatang hutan. 

21 Singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa, dan menuntut makanannya dari Allah. 

22 Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya; 

23 manusia pun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang. 

24 Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. 

25 Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. 

26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kau bentuk untuk bermain dengannya. 

27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. 

28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan. 

29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. 

30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. 

31 Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! 

32 Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap.

RIP Birgaldo Sinaga 
@birgadosinaga

Tuhan 
kami tunduk pada kuasa Mu
Kemarin kami masih memohon Mukjizat kesembuhan seperti Engkau menambahkan umur Raja Hizkia
Sekarang kami tertunduk 
Tunduk pada kebesaran kuasaMu

Ada satu pujian Pantekosta zaman dulu

     Kelak ada tangisan
     Tangisan selamanya
     Kelak ada tangisan
     Waktu Tuhan menghukum           dunia

     Suami dan istri  bercerai
     Bapak dan anak bercerai
     Perceraian selamanya
     Waktu Tuhan menghukum           dunia

Tuhan 
tak kudengar suara petir bergemuruh
Tak kulihat kilat menghanguskan bumi
Tak kulihat langit terbelah 
Tak kulihat bulan menjadi darah
Tak kulihat matahari melelehkan panasnya
Semua tak kulihat
Semua terjadi dalam senyap

Tuhan aku tertunduk, 
Tunduk dalam kuasaMu

Kamis, 01 Oktober 2020

Malam, dalam sebuah perenungan

Malam ini aku mendapatkan 
3 hal dari sebuah perenunganku

- Pertama, aku mengambil keputusan untuk berhenti berpartisipasi dalam perpolitikan di dunia medsos, 
Mengapa aku begitu giat membela dan mendukung Bapak Jokowi ?
Karena Bapak Presiden yang bersih tidak korupsi, bekerja sekuat tenaga untuk kemajuan Indonesia, di-hina, di-fitnah, di-bully, bahkan hendak di-makzulkan, 
Bagaimana rasanya jika orang tua kita diperlakukan seperti itu ? 
Tentu sebagai anak, aku akan berada dibarisan terdepan untuk membela orang-tua ku.

Tapi mulai malam ini aku memilih cara berbeda, 
Kutulis nama-nama manusia-manusia jahat dan nyinyir itu pada sebuah kertas putih lalu kubungkus kain putih lalu kuserahkan dibawah kaki Tuhan, bukankah Tuhan berkata 
" Diam dan duduklah dibawah kakiKu, Aku yang akan berperang melawan musuh-musuhmu ".
Dan aku memilih menjadi bagian yang bekerja dalam sunyi, percaya bahwa tangan Tuhan bekerja untuk Indonesia dan menjaga Indonesia, 

Sekalipun seribu bahkan beribu-ribu musuh menyerang tapi seorang putra terbaik bangsa ini akan tetap berdiri tegak dan semua musuh akan rebah, 
Percaya pada kekuatan kuasa Tuhan.
( Terimakasih untuk yang tetap giat membela dan mendukung bapak Presiden di medsos, teruslah garang karena diam bukanlah pilihan yang baik )

- Kedua menemukan akun "Gereja sesat" yang kerjanya mencari-cari kesalahan pengkotbah, kesalahan-kesalahan Gereja-Gereja
Akun itu tak berwajah, entahlah milik siapa ? 
Sudah ku DM " aku ingin melihat wajahmu " 😀 barangkali diwajahnya kulihat bulan setengah rusak.

Tuhan sudah menjelaskan dalam kitab wahyu, 
Ada 7 jenis/sifat gereja maka semua bergantung pada pribadi masing-masing, 
Hati dan iman kita condong kemana ?
Aku bersyukur menemukan seorang gembala tua yang sederhana yang berkeliling dengan mobil tuanya untuk melayani tanpa ada yang membayarnya. 
Iman sederhana itulah yang melekat kuat dalam jiwaku. 

Mungkin  jika suatu hari aku kaya raya, perpuluhan akan selalu ada dalam dompetku, tidak hanya sebulan sekali, mungkin sebulan berkali-kali
Jadi jika anda ( pemilik akun yang menganggap gereja-gereja lain sesat ) belum bisa memberi perpuluhan maka janganlah menjadi nyinyir, aku juga gak pernah memberi perpuluhan tapi belum pernah ada gereja yang mengusirku. 
Jadilah anak Raja yang kaya hati.
Terkadang lingkungan mungkin menyakitkan dan mengecewakan tapi janganlah jiwamu menjadi sakit.

- Ketiga, aku melihat sebuah foto keluarga, saat kulihat akunnya, ternyata aku sudah sering melihat YouTube nya,
Dia youtuber londo lucu karena fasih berbahasa Jawa. 
Sebuah keluarga yang harmonis, istrinya jauh lebih tua dan sangat sederhana.
Dan itu memberiku inspirasi bahwa jika Tuhan menghendaki tak ada sesuatupun yang mustahil, seperti syair sebuah lagu yang diambil dari Firman Tuhan

Ada waktu di hidupku
Pencobaan berat menekan
Aku berseru mengapa ya Tuhan
Nyatakan kehendakMu

Jalan Tuhan bukan jalanmu
Jangan bimbang ataupun ragu
Nantikan Tuhan jadikan semua
Indah pada waktunya

Hari esok tiada ku tahu
Namun tetap langkahku maju
Percaya Tuhan jadikan semua
Indah pada waktunya

Pada Tuhan masa depanku
Pada Tuhan ku s'rahkan hidupku
Nantikan Tuhan berkarya
Indah pada waktunya 

Mantan buleku mengatakan " di Australia tidak ada wanita yang meminta sesuatu pun (materi) kepada laki-laki, dan jika itu terjadi maka itu berarti wanita itu bukan wanita yang baik " 
Wanita hanya menerima jika diberi tapi tidak boleh meminta. Jadi sang wanita harus independen dan menerima apa adanya, 

Sayangnya buli2 hatiku terbuat dari pualam, 
Jika Maria Magdalena rela memecahkan buli-buli nya agar minyak narwastu mahal yang ada didalamnya bisa digunakan untuk mengurapi Yesus. 
Maka akupun lebih memilih memecahkan buli-buli pualamku untuk Tuhanku. 
Yang telah memberiku banyak dan yang telah membuat hidupku berarti.

Demikian 3 hal yang kudapat pada malam kemarin .
Merasa ramai dalam kesendirian dan merasa sendiri dalam keramaian, itulah aku.
Mendapatkan inspirasi yang tidak pernah berhenti karena selama manusia hidup, inspirasi adalah serbuk sari yang akan berubah menjadi bunga yang indah, layu dan gugur lalu tumbuh berbunga lagi, begitu terus menerus selama alam menyiram dengan hujan atau seseorang yang penuh cinta menyiraminya.

Senin, 03 Agustus 2020

13 Jam Lagi

13 jam lagi surat untukku akan datang, 
inilah permainan orang-orang usia setengah baya diseluruh dunia, 
Saling mengirim surat tanpa melihat wajah, 
Kecuali masing-masing telah sepakat untuk membuka diri, 

Semua orang butuh bercerita, semua orang ingin ceritanya ada yang mendengar, semua orang membutuhkan teman yang cocok

Aku ingat di masa mudaku dulu
Suratku paling banyak dari Eddy N  
Kalimat pembukanya selalu indah,  aku ingat kalimat pembukanya saat  memutuskan untuk melepaskanku karena alasan, aku masih muda (15 tahun) dan dia 23 tahun, kuliah tingkat akhir di Jogja, 
"Masa depanku masih panjang dan dia tidak mau egois dengan menahanku untuk memiliki kehidupan yang lebih baik" begitu katanya. 

Ini kalimat pembukanya 
"saat kamu membaca surat ini, maka aku sudah berada di Jogja kembali, maafkan aku . . . . ." Duh romantis sekali, sambil membaca ait mata pun mengalir 

Dan surat pembuka saat dia ijin untuk memiliki kekasih ( sudah bekerja di Bekasi )
"Kapal membutuhkan dermaga untuk bersandar, burung membutuhkan dahan untuk berpijak, semua membutuhkan perhentian, begitupun aku, aku membutuhkan tempat untuk berhenti" begitu tulisnya. 
Lalu aku membalas 
"Berhentilah dimana kamu ingin berhenti"

- Dari Tony T (sekarang di Surabaya)

- Dari Suhanto yang menulis puisi "Melatiku Bunga Semampai" karena itu aku memiliki blog dengan nama jasmineslender
(Dia sudah dipanggil Tuhan pada tahun 2001), 

Suhanto adalah pria berhati lemah, suatu hari dia mengirim surat kepada teman wanitanya Di SMP tapi teman wanitanya itu tidak membalas, sekali lagi dia menulis surat tapi tidak dibalas juga, 
Dari titik itulah dia menjadi laki-laki liar karena harga dirinya merasa diremehkan, 

Kenal denganku lalu menjadi pria alim, putus denganku menjadi liar lagi.
Dan diakhir hidupnya Tuhan ijinkan aku untuk menghubungi nya setelah 20 tahun tidak pernah berkomunikasi, 
Dia dalam kondisi memiliki hubungan dengan wanita bersuami, 
Tidak pergi ke Gereja karena merasa hidupnya penuh dosa , aku bertanya " lalu kapan kamu akan mulai menata masa depanmu ?"

Lalu beberapa bulan kemudian aku mendengar kabar dia meninggal karena kecelakaan, Dia pernah mengikuti ilmu kegelapan,
setelah meninggalkan ilmu kegelapan dia merasa sering diikuti oleh wanita berambut panjang, jika dia melihat kehadiran wanita itu, dia ketakutan dan mencari tempat persembunyian.

Tapi bersyukur kepada Bapa di Sorga karena diakhir hidupnya dia sudah dibaptis dan sedang rajin ikut pendalaman Alkitab. Lega rasanya hatiku saat  mendengar penjelasan dari kakaknya bahwa dia sudah menjadi anak Tuhan.

- Dari Soehodo K ( yang sejak 5 tahun yang lalu mengalami stroke, semoga Tuhan memulihkanmu ).

Membahagiakan diri sendiri adalah cara yang bijak, ( aku tidak bisa bebas keluar rumah karena anak penengah harus selalu ditemani), 
Aku harus selalu dirumah

Bahagia itu sederhana dan menciptakan kebahagiaan itupun mudah
Kadang orang-orang diumur senjanya menjadi cerewet atau mudah emosi dan aku mencoba membentengi diriku untuk tidak mengalami hal seperti itu, 

Aku harus terus merasa bahagia dalam usia menuju senja ini
Melalui usia setengah baya bukanlah hal yang mudah rasanya seperti mendaki bukit berbatu, langkah kaki yang berat, tulang tulang yang sakit, respon yang lambat, selera makan berkurang, 
kekosongan yang tiba-tiba menganga lebar, 
Timbul perasaan seperti berjalan di sebuah lorong panjang yang entah ujungnya dimana ? 
Dari lorong panjang itulah timbul kegelisahan dan perasaan ketidakpastian.

13 jam lagi surat untukku akan datang dan besok akan ada lagi, lusa akan ada lagi karena datangnya surat bergantung pada jarak tempuh 

Cerdasnya pembuat aplikasi ini, menolong orang-orang yang sedang berjalan  sendirian di lorong yang panjang untuk bisa melihat taman, cahaya, angin dan suara burung.
Setidaknya ada aktivitas baru diluar rutinitas hidup 

Apakah kalian pernah mendengar sebuah kisah,

Disebuah kamar Rumah Sakit,
2 orang pria tua dirawat disana.
Pasien yang dirawat didekat jendela selalu menceritan aktifitas orang-orang diluar jendela di seberang Rumah Sakit.

" Ada taman yang indah , anak-anak bermain dan berlari, ada yang duduk-duduk di kolam air mancur, bunga-bunga yang bermekaran, ada penjual balon dan penjual ice cream, 

Dan cerita itu membuat  pria tua lumpuh yang tidur di ranjang disebelahnya selalu bersemangat setiap kali dia mendengar aktifitas orang-orang diluar Rumah Sakit, 

Beberapa waktu kemudian pria yang dirawat didekat jendela itu meninggal dan pria tua yang dirawat disebelah nya meminta kepada perawat agar dia dipindah kedekat jendela, 
Lalu pria itu dengan segenap tenaganya mencoba mengangkat kepalanya untuk melihat keluar jendela, 

Betapa terkejutnya dia, karena apa yang dilihatnya tidak seperti yang digambarkan temannya yang baru meninggal, 
Lalu pria tua itu bertanya kepada perawat saat perawat datang memeriksanya 
" kemana taman indah yang selalu diceritakan oleh temanku itu ? 
Mengapa sekarang yang kulihat hanya tembok tinggi dan perawat itu menjawab 
" temanmu yang sesungguhnya itu tidak dapat melihat, 
dia buta".

Dari kisah ini bisa diambil sebuah kesimpulan bahagiakanlah orang lain dengan apa yang kita bisa.

13 jam lagi surat untukku akan datang tanpa aku membayar biaya post .
Dia bisa bercerita tentang taman, tentang bunga, danau, burung kolibri .

Dan aku ?
Apa yang akan aku ceritakan ?
Rumahku yang kecil dan panas, jalanan didepan rumah banyak kotoran kucing, disebrang rumah tempat penampungan sampah yang selalu penuh,

Haha ! tentu saja aku akan bercerita tentang rumah besarku Indonesia, tentang budaya, tentang Pulau, tentang keragaman dan keberagaman, tentang keimanan dan tentang banyak hal yang lain.