Jumat, 24 Januari 2020
Yang pergi dan kembali
Selasa, 21 Januari 2020
Keponakan Ibuku
Minggu, 01 September 2019
Anakku ada di Binus Universitas
Anakku ada di Binus universitas,
ditaruhnya anakku disana,
luar biasa.
Sebuah kampus swasta yang pasti berbiaya mahal tapi anakku tidak bayar,
kok bisa ? anakku mendapat beasiswa dari BCA Learning Institute yang bekerja sama dengan Binus Universitas, jadi beberapa pelajaran dan kegiatan diadakan di Binus Universitas.
aku berjanji gak mau sombong dengan bersaksi menggebu-gebu karena khawatir kesaksianku bernada sombong.
Kilas balik kebelakang, waktu si bungsu baru belajar berjalan dengan tubuh kecilnya, ayahnya berkata ; anak sekecil itu kapan gedenya ?
yeah, kamu enak, meninggalkan 3 anak tak perlu berlelah lagi,
Aku masih melanjutkan hidupku,
Dengan bantuan banyak orang, anak-anakku tumbuh besar,
Ini perjanjianku dengan Tuhan ; Aku mengerjakan bagianku dan Tuhan mengerjakan bagianNya,
Bagianku adalah mengurus anak-anak sambil mencari sedikit nafkah dan bagian Tuhan adalah mencukupi semua kebutuhan kami, Caranya adalah cara Tuhan.
Aku merantau ke Bogor di usia 18 tahun,
menikah di usia 23 tahun dan tinggal di Bogor,
Kembali ke Cirebon di usia 38 tahun.
Setelah 32 tahun pernikahan plus kesendirian, sekarang anak bungsuku merantau ke Bogor di usia 18 tahun.
usia merantau kita sama dan di Kota yang sama,
Tapi nasib kita akan berbeda nak, nasibmu tak akan seperti nasib ibumu.
Pertama : karena kamu laki-laki
Kedua ; karena aku mendidikmu dengan kepercayaan diri.
si bungsu ini anak dengan masa kecil yang sangat baik, tidak pernah menangis, jika diajak pergi dia menunjuk mainan dan mengatakan ; mama nanti kalau punya uang beli itu ya ! dan kujawab, Ya.
Sekalipun kemudian tidak pernah membelinya dia tidak pernah menagih.
Saat usia 8 bulan aku pernah mambawanya naik kereta Jakarta-Cirebon,
dulu Jakarta-Cirebon 5 jam ditambah perjalanan dari rumah ke stasiun Bogor menuju ke Jakarta.
Sekitar 8 jam total waktu perjalanan,
membawa pakaian dibungkus 2 kantong kresek yg kekecilan sehingga jebol saat berlari naik ke lantai 2 di stasiun Gambir, Tidak mendapat tempat duduk, Tidak membawa bekal biskuit dan air minum, saat itu air mineral belum banyak seperti sekarang tapi si bungsu tidak menangis, tidak merengek dan tidak meminta makan/minum, Dia sempat mendongak melihat wajahku kemudian menunduk lagi,
Mungkin ingin bertanya, kita sedang apa ma ? tapi saat itu dia belum bisa bicara .
Dia tumbuh remaja,
Masuk SMP Swasta dia senang sekali .
suatu hari ada retreat Gereja, harus bayar Rp 250.000, dan itu berat bagiku, kusarankan agar minta keringanan karena biasanya Gereja menawarkan keringanan tapi gengsinya sudah mulai tumbuh,
Dia menjawab ; teman-teman tahunya saya orang kaya ma,
Hah ! ? aku tersenyum antara manis dan tawar.
Tepat beberapa hari sebelum retreat aku disuruh ikut seminar oleh " Bos " ku dari pagi sampai sore, dan pulangnya aku diberi amplop ( dalam hati sudah ikut seminar gratis masih diberi amplop )
pas dibuka isinya pas buat biaya retreat dan langsung kuberikan pada si bungsu.
Anak pertamaku aku ingat, dia makan cukup.
Anak kedua akupun ingat dia makan cukup bahkan lebih, Sedangkan si bungsu ? aku lupa, karena kamu minum ASI sampai usia 2 tahun dan selalu menolak jika diberi makan, selepas ASI kamu tidak mau minum susu dalam botol atau gelas, kamu lebih memilih teh manis dan selebihnya aku lupa apa saja yang kamu makan. Aku hanya ingat kamu makan sangat sedikit dengan mangkok kecil dan kuah sayur itupun tidak habis tapi kamu bertumbuh besar, itulah mukjizat Tuhan terbesar dalam hidupku.
Sekarang Tuhan telah mengembalikan masa-masa kekurangan masa kecilmu,
ditempatmu kuliah disediakan 2 kali coffie break dan 1 kali makan siang dengan menu makanan yang lengkap ada prasmanan dan stall dan tentu saja stall mie ayam yang paling sering kamu datangi.
Minuman juice yang kamu suka disediakan dari bermacam buah, Ice cream cuing juga ada.
Tuhan telah mengembalikan masa-masa kekuranganmu.
Maha besar Tuhan dalam kuasaNya, tak putus-putusnya aku mengucap syukur.
Terimakasih Tuhan untuk semua kebaikanMu dalam hidup kami.
Anakku ada di Binus universitas, kost di Sentul City dengan alam yang asri dan indah, disediakan shuttle bus untuk pergi-pulang dari BCA Learning Institute Sentul City ke Binus Universitas, menginap di Hotel jika jadwal padat. Kamu memiliki cukup uang karena kamu mendapat uang saku yang sangat cukup dari BCA Learning Institute.
kamu juga mendapatkan sebuah Laptop yang tidak murah, Laptop seharga 15.5 juta dengan software original, bagi kita sangatlah mahal.
Terimakasih BCA yang telah dengan niat tulus memberikan beasiswa pendidikan Tehnik Informatika dan akuntansi kepada anak-anak Bangsa.
Senin, 18 Februari 2019
Seperjalanan bersama BTP Ahok
Yusuf sedang berada dalam satu ruangan dengan saudara-saudaranya.
saudara-saudaranya saling berpandang-pandangan karena tidak mengerti dan tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hidup mereka, akan selamatkah ? atau akan mati bersama ?.
Sementara yang terjadi pada Yusuf,
Dia tak dapat menahan rasa rindunya pada adik kandungnya, dia ingin memeluknya dan ingin memeluk kakak-kakaknya tapi keharuan melingkupi dirinya.
Yusuf tak dapat menahan tangisnya, dia masuk kedalam kamar untuk menangis setelah puas menangis Yusuf membasuh wajahnya lalu keluar dari kamarnya, menemui saudara-saudaranya, menceritakan siapakah dia yang sebenarnya lalu ber tangis-tangisan lah semuanya bahkan tangisan Yusuf sangat keras sampai seluruh Istana mendengarnya.
itulah kisah keharuan sebuah pertemuan yang telah berpisah selama lebih dari 20 tahun .
Ribuan tahun kemudian saat seorang bernama Ahok BTP dipenjara maka penghiburan pun datang dari segala arah agar Ahok BTP mengingat kisah Yusuf bahwa Tuhan akan menjadikan segala sesuatunya indah pada waktunya.
Saat Yusuf dikeluarkan dari penjara dan Firaun mengangkat Yusuf menjadi Perdana Menteri diberinya lah Yusuf seorang istri.
Saat Ahok BTP keluar dari penjara
maka diberinya lah juga seorang istri ( karena BTP Ahok sudah tidak beristri )
tapi cacian, hinaan, kemarahan bahkan sumpah serapah terdengar sangat keras.
Yusuf tidak menyalahkan saudara-saudaranya dan mengatakan bahwa semuanya telah ditentukan Tuhan dengan tujuan agar Yusuf menyiapkan segala sesuatunya untuk bisa menyelamatkan seluruh kaum keluarganya dari kelaparan.
BTP Ahok pun tidak menyalahkan siapapun bahkan bersyukur telah dipenjara.
langkah selanjutnya biarlah Tangan Tuhan yang mengaturnya.
penghakiman yang terjadi saat ini bisa jadi membuat BTP
tinggal di sebuah Negri dan di Negri itulah BTP berkarya dengan tetap tidak melupakan Negri asalnya.
jadi teruslah melampiaskan semua kebencian kalian, hinaan kalian, fitnah kalian, sumpah serapah kalian. dan belasan tahun kemudian BTP akan mengatakan " kalian tidak bersalah karena semuanya adalah bagian dari rencana Tuhan ".
Ketahuilah bahwa Tuhan tidak sekejam bayangan kalian, Pedang Tuhan tidak untuk membunuh tetapi untuk menyelamatkan dan Tuhan akan menghakimi dengan belas kasihan bukan dengan kebencian.
hukum-hukum Nya untuk dipatuhi tetapi tidak akan dibalaskan nya kesalahan kita dengan kebencian jika Tuhan mudah membenci lalu kepada siapakah kita berpegang.
Terimakasih telah membaca jika berbeda pemikiran maka biarlah waktu yang membuktikan.
Jumat, 01 Februari 2019
Imlek untuk ibuku
Imlek untuk ibuku
Tak ada meja sembahyang
tentu saja, karena Kristen agamaku
tapi masak rebung dan masak daging kecap tetap kulakukan karena yang memakannya juga manusia-manusia yang hidup.
Setelah ibuku pergi hanya 2 dari 4 anaknya yang masih mengenangnya.
aku meneteskan air mata jika melihat makanan kesukaan ibuku : kue nagasari dan talam asin.
kakakku menangis jika melihat sosok wanita tua yang mirip ibu.
katanya ; kasihan ibu hidupnya susah,
kakakku yang baik itu menyisihkan uang pemberian anaknya untuk ibu, dialah yang sering datang dengan kresek ditangan isi makanan.
dan 6 ball pampers setiap bulan .
sedangkan 2 kakakku yang lain selalu mengatakan tidak punya uang.
Seorang ibu merawat anak-anaknya dengan kesabaran tetapi seorang anak merawat ibunya dengan tergesa-gesa.
Aku pernah membaca tulisan Budha Gautama tentang ibu, yang kubaca di buku serial
MUSASHI sebuah kisah kepahlawanan dari Jepang.
" Saat mendengar anaknya sakit, seorang ibu akan segera pulang dari ladangnya, berjalan cepat menuju rumahnya tidak sabar untuk segera melihat anaknya untuk mendekapnya dalam pelukan hangat dan cintanya.
tapi disaat ibunya tua, saat anak-anak diberitahu bahwa ibunya sakit maka 9 dari 10 anaknya tidak datang ".
Suatu hari dalam halusinasi ibuku, ibu merasa memiliki sebuah Villa, ibuku marah-marah ingin pergi ke Villa miliknya.
aku memanggil sepupuku karena sepupuku laki-laki sedangkan semua anak ibuku wanita dan memanggil 1 kakakku yang baik itu
Sepupuku melunakkan kemarahan ibu, merayunya dengan mengajaknya pergi ke tempat wisata yang banyak Villanya atau pergi ke kampung kelahiran ibuku tapi ibu menolak dan tetap marah-marah. akhirnya oleh kakakku ibu dibawa kerumah kakak yang lain dengan naik becak karena jaraknya hanya 600 meter.
barangkali di rumah kakakku itu kemarahan ibuku mereda karena dialah anak kesayangan ibuku.
Besoknya aku terkejut, ibuku diantar kakakku yang baik itu yang jarak rumahnya justru lebih jauh sekitar 8 km dari rumahku,
katanya kakakku yang rumahnya dekat itu dari sejak ibuku datang tidak bisa makan karena mual dengan bau ibuku lalu dia meminta kakakku yang baik itu untuk segera datang mengambil ibu dan mengembalikannya ke rumahku.
Waktu ibuku meninggal kakakku yang satu lagi datang menangis lalu aku berkata tegas " stop nggak usah menangis " dan akhirnya dia tidak jadi menangis.
karena dia sudah 4 bulan tidak datang menengok ibu jadi untuk apa menangis ? padahal jarak rumahnya hanya 2 km saja.
kakakku yang satu itu memang dikenal mudah menangis bahkan bisa menangis sambil makan.
Ibu, hari ini aku masak rebung dan daging kecap meneruskan tradisi ibu sebagai bukti cintaku pada leluhurku dan cintaku pada ibuku, maafkan aku tidak merawatmu dengan baik .
Terimakasih kepada keluarga besar sepupuku ( keponakan ibuku ) yang telah menjadi pengganti anak-anak ibuku yang telah menjamin hidup ibuku selama 20 tahun lebih sampai akhir hidup ibuku.
aku memiliki rasa bersalah yang hanya aku, ibu dan Tuhan yang tahu.
kiranya Tuhan mengampuni dosa-dosaku.
Senin, 17 Desember 2018
Aku ke bule-bule an
Aku kebule-bulean
Pria Bule yang kukenal 5 tahun yang lalu memutuskan kekasihnya
Pria bule yang jika sedang memiliki girl friend maka dia tidak akan mau berbicara untuk sekedar basa-basi atau menjaga silaturahmi dengan wanita lain di medsos
WA ku saja di block
Pria bule yang cintanya ada dilogikanya tak sampai melekat kedalam perasaannya.
Aku sangat berbelaskasihan kepada wanita yang diputuskan temanku
( sayangnya aku tidak mengenal wanita itu, hanya tahu di FB ),
masalahnya adalah sebuah kesalahan yang tidak terduga, yang membuatnya terlempar dari sebuah ketinggian,
harapannya menjadi istri pria bule yang romantis musnah sudah.
Mereka hampir menikah, si wanita telah melakukan test breast cancer tinggal menyusul test kesehatan yang lain sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara tersebut.
penyebab putusnya karena si wanita
memasang DP foto dirinya di G+ , foto yang telah di crop dan wajah pria bulenya dibuang.
Wow ! saat pria bule itu tahu, langsung diputus.
setelah diputus jangan harap bisa dihubungi dengan cara apapun, dia tidak akan membuka dan membacanya.
Aku tahu wanita itu pasti menjerit pilu, menyesal dan tidak menduga,
tidak makan berhari-hari, malu karena teman-temannya berpikir mereka telah menikah dari foto-foto mereka yang sangat mesra.
Pria bule tidak akan peduli apakah pakaian wanitanya tertutup dan hanya dia yang bisa melihatnya atau terbuka dan semua orang bisa melihatnya
Bule tidak peduli status sosial tapi saat dirasa pasangannya melakukan hal-hal yang diluar keharusannya maka berpisah adalah keputusan yang tidak bisa ditawar lagi.
Jangan berharap dia akan mengenang saat-saat indah,
jangan berharap dia akan mengingat pengorbanan diri si wanita karena baginya making love before married is a gift .
Aku kebule-bulean
sebuah kalimat yang kuambil dari klarifikasi batalnya pernikahan Denny Sumargo dan Dita Soedarjo
bicara ceplas-ceplos tidak identik dengan kebule-bulean.
Kebule-bulean terlihat seperti sesuatu yang bebas padahal bule justru memiliki prinsip yang sangat kuat.
mungkin kebule-bulean lebih tepat untuk menunjukan gaya hidup.
seperti aku yang kebule-bulean karena rambut putihku kusemir warna pirang.
Kamis, 30 Agustus 2018
Caucasian man and his wife
Many times I heard the wife of the Caucasian man screaming
"Go Home !, Go Home!"
If I see an Indonesian woman walking with a Caucasian man whether they are husband and wife, lover or just friend, it seems something really great, I really want to be able to walk alongside Caucasians, talk in English but everything is only in my dreams.
I can not speak English, my age is already twilight, I regret when I first school I did not like English lessons.
One day I had the opportunity to go to Kupang for 3 days, my friend took part in a billiard competition, a friendship competition.
The competition is held in a semi-open restaurant on the beach,
3 days in Kupang I saw some Caucasian men,
There are 2 couples (Caucasian husband and Indonesian woman's wife) who are seen without problems.
There is an old Caucasian man who comes every day just to sit and drink beer, he collect beer botle caps on the table and when he wants to go home he counts the number of caps and pays for it, I never saw him eat.
Then the soul of my curiosity came.
I ask him, why not eat?
He answered "have eaten at home"
He also told me that his wife left him and his 2 children and married another man.
I did not ask whether he came to drink every day at the Restaurant because he was disappointed that his wife left him or his wife left him because he went to drink every day (well if I ask this means that I have entered the realm of interfering with other people's affairs then I stop my curiosity).
But as a woman my maternal soul appears, there is compassion, I think; sorry for the old man, his old body was small and frail and his voice was hoarse too, wanting to feel like I was speaking further and giving him advice, I knew there was nothing in his life, that is the handle of life. So far, maybe people in Indonesia think that Caucasians are Christians because of the festivities of Christmas and Easter celebrations in their Country even though the festivals of the big day are because they have always been and have been handed down from generation to generation.
While actually they are more who are no Religious.
Yes, I want to bring him to know the creator of the universe so that he has the handle of life and in his old age no longer walks from his house to the restaurant every day, sits for a long time and drinks beer with bottles until dusk comes I see his frail old back and hunched away from the restaurant and tomorrow morning he will come again to do the same thing.
There is a husband and wife, her husband is a Caucasian and his wife is an Indonesian woman, there is a noticeable difference in age.
They have a son around 3 years old, every day he takes the child to the stroller to come to the restaurant, with the husband enthusiasm going straight to the receptionist, buying beer on his left hand and mineral water on his right hand while his wife and child sit on the chair the open space and the small family looked calm, the wife played the cellphone, the child ran around and the husband went back and forth to the Receptionist place to buy more beer.
Until I hear the sound of a fight between the husband and a visitor, and his wife shout "Go Home! Go Home!" and the small family left the Restaurant.
I was surprised when a few hours later the little family appeared again, as usual, the wife pushed the stroller and the husband went straight to the receptionist to buy beer in his left hand and mineral water on his right hand, I did'nt see his child drink milk or eat , where do they eat ?
A few hours later I saw them go home.
And at night they come again.
The next day when my friend and I went to the Mall to pay a taxi of Rp 70,000, - so it was quite far from the hotel, I was surprised, far to the left there, a married couple with her child in the stroller was there.
In the afternoon when I went to the restaurant on the beach to eat and at the same time my friend wanted to practice before the evening game, the little family was already there, as usual her husband went back and forth to the receptionis to buy beer, while walking I heard his voice ask his wife " why darling? And his wife answered "Go Home! "
And a few moments later the small family left the restaurant.
That night when the billiard competition began, I saw that the man was very excited and looked happy he gave the players a boost, his voice was loud which was actually quite disturbing, from the enthusiasm I saw from the man it seemed that he rarely experienced happy events, he needed friends, he needed interaction and relations and that night he seemed to find everything.
After 2 days I stayed at the hotel, I just found out that the little family stayed in the hotel where I was staying and my friend told me that the wife who is now the fifth and fifth marriage is the most durable.
I think women who are strong with a model of marriage life like that, even if they live in hotels with AC rooms, bathing can with cold water or hot water, no need to clean the room and clean the house, breakfast is provided, laundry is only a little because I see the men the shirt does not change and wife use small shirt and short pant .
All facilities available if want to swim there is a swiming pool
But life is not that narrow, people need social interaction, women need to be trusted to manage household finances and will feel happy and proud if their financial management can be enough or maybe more, can give to their parents even if it's just food.
I saw that the Caucasia wife never carried a bag or wallet, just pushed her child's stroller and cellphone in her minimal pants pocket.
On my last day in Kupang, just before the Gala Dinner began.
The Caucasian man quarreled with the Restaurant owner, the wife advanced to defend her husband, scolded the restaurant owner and manager of the billiard competition and then shouted "Go Home! Go Home!"
I don't know if the next day the little family came back to the Restaurant again or not because the next morning I was at El Tari Airport to return to my town early in the morning.
Suddenly I felt that walking next to a Caucasian man was not something really great.
1 There are Caucasian men who are looking for women from Indonesia (Asia) because they need a wife
2 There are Caucasian men who are looking for wives from Indonesia (Asia) because they need women.
For the second, don't expect the woman to be given the right and trust to manage finances.
( Thank you for reading )